Menjadi Wanita Paling Bahagia Di Dunia



Ada dua hal yang diberikan merata kepada seluruh manusia. Untuk yang miskin maupun yang kaya. Untuk yang hidup di desa maupun di kota. Yang berpendidikan ataupun yang tidak.

Dua hal itu adalah kesusahan dan kebahagiaan.

Orang kaya merasakan kesusahan hati. Seberapapun kekayaannya. Begitu pula dengan orang miskin. Mereka tidak luput dari kesulitan. Di lain waktu, mereka juga merasakan kebahagiaan.

Yang mesti dipahami...

Kesengsaraan maupun kebahagiaan merupakan hasil dari sebuah sikap. Saya memilih menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Sikap kita-lah yang menentukannya.

Sikap yang salah mengundang kesengsaraan. Sedangkan sikap yang benar, mengundang kebahagiaan. Dan ini-lah beberapa yang saya terapkan agar senantiasa menjadi wanita paling bahagia.


Wanita Paling Bahagia

Tips Gina mengenai bagaimana cara menjadi wanita paling bahagia di dunia.


Pikiran Perasaan Tindakan

Pilihlah yang positif. Pikiran positif. Perasaan positif. Dan tindakan positif. Ketiganya berimpak besar terhadap level kebahagiaan.

1. Pikiran

Mengapa harus berhati-hati dengan pikiran...?

Saya ceritakan pengalaman pribadi. Semenjak SMP saya dirundung berbagai pikiran negatif. Takut tidak bisa menguasai pelajaran sekolah, takut mendapat nilai buruk, takut masa depan buruk.

Selain itu,

Pikiran saya diliputi kecemasan-kecemasan lainnya. Misalnya, apakah kelak saya bisa membanggakan kedua orang tua? Apakah nanti saya bisa memberikan kebahagiaan dalam keluarga?

Juga ketakutan akan pekerjaan. Apakah saya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik? Ataukah justru pekerjaan yang dianggap hina oleh masyarakat?

Faktanya...

Hampir seluruh pikiran negatif tersebut terbukti. Saya benar-benar mengalaminya. 
Saya mendapatkan kesulitan di tempat studi. Saya kesulitan mendapatkan pekerjaan. Menghadapi masalah finansial. Keinginan-keinginan yang belum tercapai.

Hingga...

...suatu ketika saya menyadari sesuatu. Seperti ilham yang dibisikan ke dalam hati.
Bukankah selama ini kamu berpikir negatif? Dan pikiran itu terbukti. Bagaimana jika mulai detik ini kamu berpikiran positif? Dan kita lihat apa yang akan terjadi...?
Begitulah. Ada dialog dalam diri saya. Sayapun memutuskan untuk melemparkan semua pikiran negatif. Menggantinya dengan pikiran positif.

Tidak ada ruginya berpikir positif. Kata saya dalam hati.

Mulailah saya berpikir bahwa: rezeki mudah didapatkan, mampu membangun rumah, memiliki investasi dan passive income.

Sungguh ajaib.

Hanya dalam 2 tahun, pikiran positif itu benar-benar menjadi kenyataan. Rumah terbeli. Jalan rezeki lebih mudah. Beban pekerjaan lebih ringan karena bekerja di bidang yang sesuai dengan passion.

Lebih dari itu...

Saya mulai bisa berinvestasi. Khususnya investasi di bidang properti.

2. Perasaan

Perasaan lebih kuat daripada pikiran. Begitu faktanya. Berapa banyak pikiran seseorang yang dapat disimpan dalam memori, misalnya pemikiran guru-guru kita sewaktu sekolah? Tidak banyak.

Namun,

Kita sulit sekali melupakan perasaan. Misalnya saat pertama kali bertemu seseorang. Atau ketika marah, sulit mengendalikannya meskipun pikiran menyatakan bahwa tindakan marah tersebut tidak benar.

Hal itu menunjukan betapa kuatnya dampak perasaan.

Maka,

Agar menjadi wanita yang bahagia, harus bersedia membuang semua perasaan negatif. Saya menyadari selama ini perasaan negatif lebih mendominasi.

Contohnya merasa...

  • Minder
  • Takut
  • Kekurangan
  • Susah

Perasaan negatif  merupakan pencuri ulung. Mencuri kebahagiaan dalam hidup ini. Berikut saya tambahkan beberapa perasaan negatif.

  • Iri hati
  • Jengkel 
  • Marah
  • Tidak berdaya
  • Angkuh
  • Sengsara
  • ...

Tentunya masih banyak lagi. Seperti halnya pikiran, perasaan negatif mesti diganti dengan perasaan positif. Entah bagaimana, seketika saya mampu mengubah perasaan-perasaan sehingga saya merasa...

  • Berkecukupan
  • Tentram
  • Ikhlas
  • Syukur
  • Bahagia
  • Diberkahi
  • Dicintai
  • Disayang
  • Dimudahkan

Sedapat mungkin, perasaan-perasaan positif tersebut memenuhi sekujur tubuh sepanjang hari. Alasannya, saya baru saja mendapatkan "pencerahan" bahwa...
Pikiran dan perasaan adalah benih. Sedangkan alam semesta ini ladangnya. Benih yang kita tanam pasti akan tumbuh dan kembali kepada kita dalam jumlah lebih banyak. 
Apapun pikiran dan perasaan kita, sebenarnya kita sedang menanamnya di hamparan alam semesta. Mau tidak mau, suatu saat pasti kita memanennya.

Jika benih itu negatif, kita memanen sesuatu yang negatif. Jika positif, kitapun mendapatkan panen positif.

Benar saja. Kehidupan ini menggemakan perasaan kita. Perasaan bahagia akan membuat lebih banyak kebahagiaan lagi. Perasaan tentram akan mengundang ketentraman, lebih tentram lagi.

3. Tindakan

Tindakan baik membuahkan kebahagiaan dalam hati. Satu tindakan baik dapat menjatuhkan ribuan keping kebahagiaan ke lantai jiwa.

Sedangkan,

Tindakan buruk pasti menyempitkan jiwa. Mengurangi kebahagiaan.

Ungkapan kata-kata Dr. Aidh Al Qorni begitu indah.

Ya... Untuk senyummu yang cantik, yang mengirimkan cinta, dan mengutus kasih sayang bagi orang lain.
Ya... Untuk kata-katamu yang baik, yang membangun persahabatan, dan menghapuskan rasa benci.
Ya... Untuk sedekahmu yang dikabulkan, yang membahagiakan orang miskin, menyenangkan orang-orang kafir, dan mengenyangkan orang-orang lapar.  
Ya... Untuk kesediaanmu duduk bersama Al Quran seraya membaca, merenungi, dan mengamalkannya sembari bertaubat dan istigfar.


Syukur Qonaah Tabah 

1. Syukur

Orang bersyukur itu bahagia. Begitu menurut studi ilmiah. Mereka lebih produktif. Pikiran lebih tajam, kreatif, dan gelombang otak berada di alpha.

Dalam kata lain, wanita yang bersyukur adalah kandidat wanita paling bahagia di dunia ini. 

Betapa banyak orang menjelaskan kebaikan syukur. Betapa sering telinga saya mendengarnya. Kapankah benar-benar ikhlas bersyukur? Itu-lah pertanyaannya. 

Sampai saat ini saya masih belajar untuk bersyukur. Setiap hari menuliskan kalimat-kalimat yang mengandung ungkapan syukur. Misalnya...

Hari ini aku begitu bahagia...

Kubuka hari dengan bermunajat dan berdoa. Sepenuh hati dan jiwa.

Tak ada keresahan, tak ada kecemasan, tak pula kegelisahan. Segalanya begitu indah. Tuhan menghamparkan satu hari lagi bagiku. Satu hari yang dipenuhi anugerah.

Hatiku akan tersenyum menyongsong cahaya matahari. Jiwaku merekah. Akan ada banyak hal yang kutemui hari ini: Ayah yang penuh kasih, Ibunda yang menentramkan, dan adik-adik yang menggemaskan.

Ada tantangan, jiwaku bahagia menghadapinya.
Ada kesempatan, hatiku senang mengambilnya.
Ada tugas, diriku nyaman mengerjakannya.

Dengan cara apakah Hari Menakjubkan ini harus kurayakan? Dengan hati yang bersyukur...



2. Qonaah

Merasakan kepuasan atas semua yang ada. Juga merasa cukup dengan yang dimiliki. Itulah inti dari qonaah. Sebuah konsep luar biasa tentang kekayaan jiwa.

Saya mengamati... Mereka yang qonaah hidup bahagia dalam arti sebenarnya.

Alangkah banyak permasalahan hidup yang selesai dengan qonaah. Sebaliknya, banyak permasalahan hidup muncul karena hati tidak qonaah.

Seorang istri yang tidak qonaah merupakan duri bagi suaminya. Begitu pula seorang suami yang tidak qonaah tidak akan membawa kedamaian ke dalam rumah, seberapapun banyak kekayaan yang dibawanya.

3. Tabah

Ada banyak nama lain untuk ketabahan: grit, resilience, adversity quotient. Seluruh pakar menyatakan bahwa kualitas tersebut lebih penting daripada kecerdasan.

Penelitian Angela Lee mengungkapkan: mereka yang meraih kedudukan tinggi memiliki grit tinggi.

Apapun itu...

Seorang wanita yang tabah pasti bahagia. Ketabahan laksana benteng. Ia yang membuat seorang wanita mampu melewati berbagai amuk badai kehidupan. Mampu menanggung derita.

Dan setelah itu...

Pastilah badai berganti ketenangan; kegelapan berganti cahaya. Kesulitan berubah menjadi kebahagiaan.


Background vector designed by Freepik
Iklannya Juga Keren

Terkait: